Goa Jepang-Belanda Hutan Dago

Beberapa waktu terakhir, Goa-bekas bunker-ini semakin populer seiring gencarnya liputan mengenai objek wisata di Indonesia, kota Bandung pada khususnya. Apalagi setelah dijadikan lokasi syuting untuk adzan magrib di salah satu tv swasta. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota membuat tempat ini sangat mudah untuk dijangkau. Sebenarnya lokasi wisata alam ini memiliki lahan yang sangat luas hingga menjangkau kawasan Maribaya dan curug Dago. Tapi yang dikenal masyarakat justru ketiga lokasi tadi (curug dago-goa Jepang, Belanda-Maribaya) letaknya saling terpisah.

Gerbang Hutan Dago

Mungkin karna jaraknya antar lokasi yang sangat jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki hingga pintu masuknya pun dibuat beberapa bagian hingga mendekati lokasi tujuan terdekat.

Saya yang kala itu hendak ke Bandung untuk kondangan ke pernikahan teman SMA sebenarnya sudah menyiapkan rencana untuk mengunjungi Tangkuban perahu sebagai 2nd destination. Tapi…….setelah mempertimbangkan berbagai hal akhirnya saya yang tadinya ngotot ingin ke Tangkuban perahu-pun mengalah (ngotot-soalnya saya belum pernah kesana….hahaha). Dan tujuan kami adalah Hutan Dago. Kenapa ujung2nya kesini??? Karna  ternyata hanya tempat ini yang dinilai paling dekat dengan Bandung kota dan terhitung mudah dijangkau sebagai lokasi wisata alam.

Sebetulnya ada alternatif wisata lain selain tempat ini, tapi sayangnya bukan wisata alam tapi wisata belanja. Hohoho kontan saya (sebagai ketua rombongan….hahaha) langsung menolak karna pastinya akan memakan dana jauh lebih besar. Bayangkan saja, kalau 1 potong baju berharga Rp. 75.000 dan kami membeli masing-masing 2 potong pastiya akan menghabiskan uang 150rb. Sedangkan kalau kita berwisata alam kita cukup mengeluarkan uang maksimal 20rb untuk karcis masuk dan 30rb lainnya untuk makan ditambah kepuasan batin serta pengalaman bersama teman-teman yang tidak akan terlupakan. Pengiritan??? HHHmmm…..ngga gitu juga kali ya, secara kalo belanja mah bisa kapan aja. Sedangkan wisata alam bersama kapan lagi??? (setuju sama saya kan??? hahahaha……)

cantik-cantik koq nyeker ya??

Dan benar saja, tempat ini memang sangat dekat dan mudah dijangkau. Dari simpang Dago hanya memerlukan waktu +/- 15 menit. Kami pun memulai wisata alam ini dengan sangat riang gembira seperti anak teka (lho koq…???hihihi). Namanya aja hutan Dago, pastinya sangat rimbun akan pepohonan dan memiliki kontur tanah yang tidak rata dong….Nah, ini nih yang bikin seru. Berhubung pulang kondangan jadi kebayang dong dandanannya kaya gimana, apalagi beberapa teman saya ada yang menggunakan high heels 5-7 cm. Jadilah mereka bertelanjang kaki alias nyeker karna ngga tahan pegel. Hahahaha atas boleh elegan tapi kalo nyeker gimana coba?? lucu ya. Apalagi di beberapa bagian jalan ada yang tergenang air. Ngga ada pilihan lain….udah nyeker, main becek2an pula. Hahahaha….untung saya bawa sepatu cadangan. Jadi high heels saya aman tersimpan di mobil dan ngga nyusahin ;p

Sampai di goa Jepang, kami mendapati goa bekas bunker yang lembab dan gelap (namanya juga goa, piye toh???hihihi).

goa Jepang

Ada beberapa mamang-mamang yang menawarkan jasa peminjaman senter serta tour guide untuk memasuki goa ini. Tapi kami menolak karna beberapa dari kami ada yang ketakutan. Yasudahlah…..Akhirnya kami hanya berfoto2 ria di mulut goa dan melanjutkan perjalanan.

Sebenarnya letak goa Belanda tidak jauh, tapi perjalanan menjadi

narsis di goa Jepang ;p

sangat lamban karena kami selalu berhenti di lokasi yang menurut kami bagus untuk berfoto. Hahahaha awas wabah narsiss !!!

Sampai di goa Belanda, entah kenapa kami malah sangat antusias untuk mengeksplorasi goa ini, mungkin karena goa Belanda terlihat lebih terawat, lebih modern karna dinding goa sudah di semen dan lebih terang. Yang menarik, jika kita berjalan lurus menembus goa, maka kita akan sampai pada objek wisata Maribaya. Tapi kami kurang berminat karna jarak yang harus ditempuh berkilo-kilo meter. (kapan2 aja kalo ngga lagi pulang kondangan kali ya…he2 kasian yang nyeker)

tugu goa Belanda

Di goa ini pun tersedia sewa senter dan jasa tour guide, untuk sewa senter kami cukup mengluarkan Rp.3000/senter dan patungan seikhlasnya buat mamang tour guide. Benar saja, jasa tour guide sangat menbantu kami untuk menyusuri goa Belanda ini. Ruang demi ruang pun memiliki histori dan fungsi masing-masing. Yang membuat saya miris adalah, Goa sekokoh, sepanjang, seluas dan serapih ini yang membuatnya adalah bangsa kita yang kala itu di paksa untuk kerja rodi. Bayangkan saja, Goa ini letaknya dibawah tebing, jadi berapa tenaga serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat goa ini?? belum lagi resiko keamanan yang sama sekali tidak dijamin. Subhanallah.

Puas berwisata alam, kami akhirnya menutup perjalanan ini dengan berwisata kuliner di warung tenda Bebek Darmo yang terletak di kawasan Taman Lalu lintas setelah sebelumnya berbelanja oleh-oleh khas bandung roti dan kue Kartika Sari . Bebek Darmo ini udah masuk liputan wisata kulinernya pak Bondan lho….Ngga heran kalau rasanya maknyuss tenan walau bebeknya hanya digoreng.

Mau tau berapa dana yang keluar untuk jalan2 ini??

  • Patungan bensin dan tol (pake mobil salah satu teman) : Rp. 50.000
  • Karcis masuk Hutan Dago : Rp. 8.000
  • Sewa senter dan patungan mamang guide : Rp. 5.000
  • Oleh2 Kartika Sari : (tergantung masing-masig ya….he2)
  • Makan di Bebek Darmo (Nasi,bebek goreng, es jeruk) : Rp. 18.000

Cukup hemat kan???

Hhmm…..andai Jakarta punya tempat seperti hutan Dago ini.

About Aliya Mu'afa

Backpackers, graphic designer, blogger and founder triphemat.com

Posted on March 2, 2010, in Travelling. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Ehm….sepertinya kabar ini boleh juga….
    http://mobil88.wordpress.com mohon ijin comment…
    Sukses and jauh lebih mantab OK.

    • oke….makasih banyak ya sudah mampir ke blog saya.he2
      untuk berikutnya akan ada lagi cerita perjalanan saya ke tempat2 wisata alam. jangan lupa mampir ya….:)

  2. Wahh…mantap nih informasi jalan2nya. Ikut, ikut, ikuutt!!!

    • hahaha….bener ya ikutan !!! tapi yang penting gimana caranya kita menikmati jalan2nya sambil mensyukuri ciptaan Allah mas. Bukan sekedar ngabisin duit aja.
      next…pasti akan ada lagi info jjh (jalan2 hemat). sering2 mampir ya.

  3. sharing > menelusuri lorong Goa Jepang-Belanda dan melangkah di Hutan Dago…. wooow… ber-3 pernah sekitar jam 18.11 masih dalam hutan,mantap andrenalin btambah wktu masuk lorong goa….jd pengen lagee…
    C U …

  4. assalamualaikum.wr.wb…..maksih mba, atas infonya….bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: