Daily Archives: April 13, 2010

SOLO BACKPACKER : EKSPLORING CIAMIS PART I (Pantai Pangandaran Timur dan Green Canyon)

selamat datang di green (brown) canyon...

selamat datang di green (brown) canyon...

Berawal kejenuhan saya yang luar biasa dengan rutinitas kantor yang sangat amat menguras pikiran serta kerinduan saya berwisata alam ala backpacker, akhirnya saya memutuskan untuk mengeksplorasi kawasan Ciamis pada long weekend di awal April sendirian… Ya! Saya sendirian alias solo backpacker pada perjalanan kali ini. Banyak yang mengatakan ini hal gila. Tapi kepenatan saya membuat saya tak lagi peduli. Bukannya saya benar-benar ingin sendirian, tapi keadaan yang memaksa saya untuk menjadi solo backpacker karena teman-teman saya kebanyakan lagi pada bokek atau sudah punya acara masing-masing.

Berbekal informasi yang cukup dari mbah Google yang menunjukkan saya pada blog-blog terkait (diantaranya blog mas jeng-jeng : http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-green-canyon-pangandaran.html, blog http://sobihan.blogdetik.com/2009/12/17/green-canyon-you-rock/ serta beberapa blog lain) saya pun mempersiapkan segalanya dengan cukup matang dan semakin mantap pada perjalanan kali ini.

The adventure in began…

Bus AC Kampung Rambutan-Pangandaran

Saya berangkat dari terminal Kampung Rambutan menuju terminal Pangadaran pada pukul 20.00 dengan waktu tempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam menggunakan bus AC Budiman dengan tarif 60.000, saya mengambil perjalanan dimalam hari agar sampai pada pukul 4.30 subuh dan saya bisa mengeksplorasi kawasan yang kaya akan wisata pantai ini seharian penuh. Oiya bus ini adalah bus AC pada keberangkatan terakhir, ada 1 bus lain yang berangkat pada 1 jam berikutnya namun non AC dan desain bangku yang ekonomis dengan perbedaan harga yang sangat tidak pantas…Bo !! Cuma beda goceng gitu….hihihi.

Seperti anak hilang, di bus saya duduk sendirian sambil celingukan. Hihihi. Sampai ada anak kecil berusia 5 tahun yang duduk di depan saya mengajak saya ngobrol. Sumpah ya, itu anak bener2 menemani saya dengan kebawelan serta rasa ingin tahunya. Saya jadi ngga merasa sendirian lagi deh. Ditengah perjalanan, bus yang saya naiki berhenti sejenak untuk beristirahat. Pada saat ini lah ada seorang tukang jeruk masuk untuk menawarkan dagangannya dengan rayuan aneh pada saya. Pokoknya ngga ada kesan maksa deh…yang ada saya malah ketawa mendengar rayuan2nyamembujuk saya untuk membeli jeruknya. “Neng jeruk neng…buat oleh-oleh ke orang tua” kata si tukang jeruk, “yah…orang tua saya di Jakarta” jawab saya, si tukang jeruk belom nyerah “ beli atuh neng, biar disayang mertua” hhhmm…saya mulai agak malas menanggapinya “ bang saya belum merit loh” jawab saya seadanya, dan ternyata si abang2 tukang jeruk itu belom nyerah juga “neng beli atuh….biar jatah warisannya dapet banyak” what??? Gila nih abang makin ngaco aja bujukannya… Emang dia kira saya mau ke Pangandaran untuk pembagian warisan? alhasil saya hanya bisa tertawa ngakak “ampun deh bang….aya-aya wae sih…” dan akhirnya si abang nyerah juga.

Pantai Pangandaran Timur

Pada pukul 4.30 saya tiba di terminal pangandaran disambut tukang becak dan tukang ojek yang menawarkan jasa. Tapi saya memilih untuk menunaikan sholat subuh dulu sambil istirahat sejenak dan apdet status pesbuk (hhmm….teteeeeeppp.) di Masjid Raya Pangandaran yang letaknya tak jauh dari terminal.

 

Setelah itu saya menuju pantai Pangandaran Timur dengan niat ingin menyaksikan sunrise (ngarep!!), karena saat itu hujan dan saya tidak tau arah pantainya meskipun dekat jadi saya menggunakan jasa becak. Disana ternyata cukup ramai oleh pengunjung yang memiliki harapan yang sama dengan saya, menyaksikan sunrise. Tapi apa mau dikata, hujan yang menggelayuti bumi Pangandaran tak mampu membuat sang mentari menampakkan diri. Akhirnya saya memutuskan untuk sarapan bubur saja seharga 5.000 di tepi pantai. Lumayan lah buat ganjal perut. Hehehe. Pemandangan pantai Pangandaran Timur di pagi hari pun cukup cantik untuk menemani saya sarapan. Sebuah bukit dan banyaknya perahu nelayan yang bersandar di tepi pantai yang tenang membuat pemandangan ini layaknya lukisan terindah yang pernah saya lihat.

 

pantai pangandaran timur di pagi hari

Mengingat angkutan pedesaan yang pertama akan berangkat pada pukul 6 dari terminal pangandaran ke terminal cijulang, selepas sarapan saya langsung menuju terminal dengan menggunakan becak yang sama. Jasa becak yang saya gunakan ini bertarif 10.000 saja untuk bolak balik dari terminal-pantai-terminal.

Green Canyon

dermaga keberangkatan green canyon

 

Dari terminal Pangandaran menuju Green Canyon saya menggunakan angkutan pedesaan jurusan terminal Cijulang dengan ongkos 5.000 lalu disambung ojek dengan ongkos yang sama. Selain menggunakan angkutan pedesaan yang kondisi fisiknya kurang bagus kita juga bisa menggunakan bis jurusan Pangandaran-Tasikmalaya yang mampir diterminal Cijulang, bus ini mulai beroperasi sekitar pukul 8 pagi. Lalu disambung menggunakan jasa ojek. Dari Terminal pangandaran menuju Green canyon membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dan disarankan agar datang ke tempat ini sebelum jam 8 untuk menghindari antrian perahu apalagi di musim libur.

Sesampainya di Green Canyon, saya agak sedikit kecewa karena hujan semalam menyebabkan air sungai Cijulang ini menjadi cokelat jadilah saya mengunjungi Brown Canyon bukan Green Canyon. Hahahaha. Makanya saya sarankan untuk mengunjungi Green Canyon pada musim kemarau untuk menghindari hujan dadakan yang mengakibatkan airnya yang hijau bening menjadi kecokelatan dan berarus deras.

green canyon yang airnya kecokelatan karena hujan

green canyon yang berarus deras karena hujan

 

Disini saya bertemu dengan guide kenalan adik saya setelah sebelumnya kami janjian terlebih dulu, guide ini juga yang pendampingi adik saya ketika mengunjungi Green Canyon. Adik saya yang ternyata khawatir saya ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sendirian memperkenalkan saya dengan guide tersebut agar saya ada yang menemani. Hahahaha kalo dipikir-pikir saya kaya turis lokal aja ya, pake guide segala. Pliss dehhh…..

Menikmati keindahan Green Canyon ini saya harus mengeluarkan uang 75.000 untuk sewa perahu, 1 perahu mampu menampung 5 orang hingga biaya yang cukup besar tersebut bisa di share agar lebih ringan. Biaya ini pun akan bertambah jika kita ingin berenang menyusuri Green Canyon lebih dalam karena perahu yang kita sewa hanya mampu mengatar hingga lorong Green Canyon yang semakin menyempit. Biaya tersebut diperuntukkan untuk sewa perahu karena memakan waktu yang lama serta biaya guide yang akan menemani berenang. Besarnya biaya ini pun tergantung berapa lama kita akan berenang. Tinggal dinego saja.

Berhubung saya sendirian dalam 1 perahu sementara yang lain ber 5, saya pun sempat jadi tontonan pengunjung lainnya. Hahahaha bodo amat deh, malah awak perahu lain sempat bertanya pada guide saya “ loh koq sorangan wae, yang lain mah ber5” (baca : loh koq sendirian aja yang lain ber5). Saya cuma cengar cengir aja nanggepinnya. Yang penting hepiiiiiiiiii…..

tetep narsis walaupun sendirian diperahu. hihihi

hey...ada curug juga loh.(meskipun mini...hihi)

 

Keindahan Green Canyon justru semakin nyata ketika kita berenang menyusuri sungai Cijulang, terdapat spot-spot yang sangat menakjubkan, menurut informasi yang saya dapat di sana ada hujan abadi, merupakan tetesan air yang konon tidak pernah berhenti sepanjang tahun, batu payung setinggi 7 meter yang bisa dijadikan tempat melompat oleh para pegunjung, ada juga kolam puteri, goa2 yang memiliki stalaktit yang indah dan lainnya.

Sayangnya hal itu tidak saya nikmati karena arus deras yang disebabkan hujan semalam, alhasil saya cuma sampai hujan abadi, itu pun setelah diusahakan dengan susah payah olek awak perahu dan guide saya karena harus melawan arus yang cukup deras. Tapi ngga papa, itu aja udah bikin pengunjung lain pada iri koq, karena mereka cuma sampai dermaga yang kedua, tempat perahu bersandar kalau pengunjung ingin berenang. Hihihihi asyiiikkkk.

Di hujan abadi ini saya harus manjat2 batu besar untuk menikmati tetesan air layaknya mandi pake shower…wahahaha asik sendiri lah pokoknya, untung guide saya sabar aja nungguin sambil saya mintain tolong buat foto2.

serasa mandi pake shower

bertapa di green canyon. hahaha

 

Puas foto-foto disana saya ditawari untuk berenang mengikuti arus untuk mencapai perahu saya yang sudah bersandar di dermaga. Tanpa pikir panjang saya pun meluncur mengikuti arus yang membawa saya menjauh dari hujan abadi. Huaaaaa….asyik banget dehhh, tapi ujung2nya saya agak kesulitan untuk mencapai perahu karena semakin jauh airnya semakin tenang dan saya belom bisa berenang!!! Hahaha…..parah!!!

perjalanan pulang ke dermaga

Setelah istirahat sebentar  saya kembali ke dermaga yang di pintu masuk, disana saya langsung mencari kamar mandi untuk bersih2 dan makan. Laper bo!! Secara Cuma sarapan bubur gitu loh……hihihi

Sangat mudah untuk mencari jajanan ataupun tempat makan di Green canyon, karena halaman parkirnya yang cukup luas juga diisi warung2 makan yang cukup banyak. Saya pun memilih salah satu warung makan yang menawarkan tipe lesehan…dan waw…..ternyata ada bonus pamandangan sawahnya juga loh!!! Yah….cukup menghibur saya lah….meskipun soto ayam yang saya pesan ternyata “biasa” aja. Dan untuk makan siang ini saya mengeluarkan dana 11.000 rupiah. 8000 untuk soto + nasi dan sisanya untuk aqua botol.

bonus pemandangan indah ketika makan siang

 

Tips Mengunjungi Green Canyon

  • Kunjungilah Green Canyon di musim kemarau untuk mendapatkan view terbaik dengan warna air yang hijau bening dan arus yang tenang.
  • Jika menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya membawa supir cadangan, karena akan menempuh perjalan yang panjang (8 jam) yang melelahkan.
  • Jika menggunakan kedaraan umum, berangkatlah di malam hari agar menghemat penginapan karena anda akan tidur di bis selama perjalanan.
  • Jika mencari penginapan, cari lah disekitar pangandaran karena jumlahnya yang banyak dengan harga yang bervariasi.
  • Jangan menggunakan jasa tukang becak atau ojek untuk mendapat penginapan karena justru akan mendapatkan harga yang lebih tinggi karena pemilik penginapan akan memberikan tip untuk si tukang becak atau tukang ojek.
  • Untuk menuju Green Canyon dari terminal pangandaran, anda bisa menggunakan angkutan pedesaan jusrusan terminal cijulang dengan tarif 5000 lalu di sambung dengan ojek dengan tarif yang sama (5000).  Jangan menyewa angkot hanya untuk ke Green Canyon karena akan diberikan harga yang lebih mahal.
  • Kunjungilan tempat ini dengan membawa beberapa teman untuk menghemat biaya sewa perahu.
  • Jangan lupa bernegosiasi masalah harga serta tip tambahan untuk guide yang akan menemani eksplorasi green canyon.
  • Isi perut dulu sebelum berangkat ke Green Canyon, karena disana anda akan menghabiskan banyak tenaga untuk berenang mengeksplorasi tempat tersebut.
  • Sebaiknya mengunjungi Green Canyon di pagi hari untuk menghindari antrian perahu yang bisa berjam-jam jika hari libur.
  • Ketika mengunjungi Green Canyon sebaiknya telah menggunakan pakaian yang siap renang biar ngga repot ganti baju ketika hendak berenang di Green Canyon.
  • Bawalah pakaian ganti, kantong plastik untuk pakaian basah, alat mandi serta handuk untuk mandi setelah berenang di Green Canyon.
  • Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan view2 yang sangat amat indah.
  • Eksplorasi eksotisme tempat ini sampai bagian terdalam karena anda akan mendapatkan hal yang jauh lebih berharga dari sekedar tip yang anda berikan untuk guide yang mengantar.
  • Selamat datang di Green Canyon….

Bersambung…..

EKSPLORING CIAMIS PART II (Pantai Batu Karas, Pantai Bulak Benda, Pantai Batu Hiu dan Pantai Pangandaran Barat)