Sekelumit cerita dari Pangandaran

Ketika menunggu bus yang akan membawa saya ke Bandung di terminal Pangandaran sepulang melakukan solo backpacker keliling Ciamis (April 2010), iseng-iseng saya memesan siomay dan dari sini lah cerita dimulai.

Bapak penjual siomay tiba-tiba bertanya apakah saya mengetahui kejadian sepuluh tahun silam di terminal ini. Saya pun jadi penasaran sebenarnya ada apa kala itu. Si bapak pun akhirnya bercerita panjang lebar bahwa ketika itu ada pemuda yang dibakar hidup-hidup oleh ratusan bahkan ribuan nelayan. Kisah ini berawal ketika pemuda tersebut meminjam gitar kepada anak nelayan, namun pemuda tersebut malah bertingkah bengal dengan tidak mau mengembalikan gitar pinjamannya dan malah menantang si anak nelayan ketika meminta gitarnya. Sialnya, pemuda tersebut menantang anak itu dengan kata-kata “Emang anak syapa lo?? Anak nelayan?? Panggil semua nelayan, Sini gue adepin!!”. Dan kata-kata ini lah yang menyulut emosi para nelayan Pangandaran hingga mengarak pemuda tersebut ke terminal dan membakarnya hidup-hidup. Polisi pun dibuat tak beradaya karena banyaknya nelayan kala itu.

Serem banget ya?? Tapi ternyata ada hikmah dibalik kejadian itu, terminal pangandaran jadi aman, tidak ada lagi orang-orang yang mengganggu kenyamanan, copet, jambret, tukang palak apalagi kejahatan pasca kejadian tersebut. Bahkan calo dan pak ogah yang biasa kita temui diterminal pun tak saya temui disini. Dalam hati saya berkesimpulan, pantas saya aman-aman saja melakukan solo backpacker disini.

Tapi cerita penjual siomay bukan hanya itu, beliau kembali bercerita kalau di Pangandaran, nelayan memang disegani, pernah suatu kali seorang nelayan makan bakso pasca melaut di sebuah kedai bakso kawasan wisata pantai Pangandaran. Tak disangka penjual bakso malah memberikan harga tembak (harga yang jauh lebih tinggi) sebagaimana layaknya di tempat wisata. Si nelayan tak berkata apa-apa, dia pun langsung membayar bakso dengan harga selangit itu. Tapi tak berapa lama segerombolan nelayan mendatangi kedai bakso itu dan ramai-ramai mengotong gerobaknya lalu diceburkan ke laut. Pasca kejadian itu, semua pedagang tak ada lagi yang berani memberikan harga tembak pada siapapun termasuk wisatawan. Pantas saja makanan disana harganya standar semua, bakso, mie ayam atau siomay hanya 5000an saja.

Benar atau tidaknya cerita si tukang siomay memang belum bisa dibuktikan, tapi mengingat apa yang saya alami langsung kala backpackeran ke Pangandaran bisa saja kejadian-kejadian itu memang benar pernah terjadi. Hmm….Setiap kejadian memang pasti menghasilkan hikmah.

About Aliya Mu'afa

Backpackers, graphic designer, blogger and founder triphemat.com

Posted on November 29, 2010, in my journal, Travelling. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. salam kenal

    butuh informasi seputar wisata pangandaran
    silahkan kunjungi

    http://www.mypangandaran.com

    terima kasih

    salam

    Pangandaran

  2. waaahh… pengalaman yg menarik sekali, mbak….

    salam…

  3. Yups,tepatnya pas pergantian tahun 2000-2001,jngn smpai terulang deh,sya lihat sndiri tuh orang yg di bakar,bener kata Teh Aliya,hikmah dari semua kjadian itu skarang Pangandaran jd Aman.

    • mas, saya mau ke pangandaran 21-24april2011 ini. udah coba browsing ke mypangandaran dan telp beberapa hotel, tapi pada penuh semua n yg saya dapet paling murah 300rb T_T
      Ada saran ga nih baiknya saya telpon ke hotel mana? Thx ya…

      • hahaha udah 2 orang nih yg nyangka saya mas-mas
        dear ajeng….aku gak bisa rekomendasi penginapan mana,maaf bgt ya. tapi kalo mau cek penginapan bisa liat di mypangandaran.com

  4. salam Mba’ Alya…

    Saya lagi nyari2 artikel tentang backpacker-an n tentang Pangandaran… mampir di sini… hehe…

    karena ini kali pertama saya mau pergi jalan2 sendiri, solo backpacker maksudnya… hehe..

    Butuh banyak referensi dan juga motivasi untuk menguatkan keberanian.

    Sekarang saya tau kalo biaya jajanan di sana cukup murah, n disana pun aman. Thanks banget ya infonya…

    Mudah2an pada harinya nanti perjalanan saya lancar….

    Slam….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: