Pulau Sempu, 5 Jam Perjalanan Lumpur Untuk Mencapai Puncak Eskotisme (Part 2)

landscape pantai segara anakan, pulau sempu

Sebelumnya, Neraka itu…..

Surga itu

Kedatangan saya ternyata disambut hangat oleh Dedi,rekan Odong-odong yang mendampingi saya selama perjalanan. Dia yang telah sampai lebih dulu langsung menyambut dengan berusaha meneggelamkan saya di pantai Segara Anakan sambil menghujani saya dengan pasir. Tak sengaja air laut pun ikut tertelan.  “Celebration” tersebut betul-betul menjadi luapan saya saking bahagianya sampai di pantai berkarang bolong ini.

Disisi lain,anggota Odong-odong yang telah sampai lebih dulu sedang memasak mie instant sebagai menu makan siang kami sambil berteduh di bawah pohon dari teriknya matahari kala itu.  Beberapa diantaranya sedang asyik berfoto,bermain pasir dan sisanya lagi belum sampai karena memapah Mas Sandi yang tangannya patah karena terjatuh.

bergembira di pulau sempu

Sadar untuk ketempat secantik ini butuh perjuangan berat, saya sangat memanfaatkannya untuk ”bernarsis” ria, berbagai pose saya abadikan di  Segara Anakan bersama anggota Odong-odong. Dari pose terlentang hingga atraksi loncat bersama menjadi gaya kami di foto.

Kegiatan narsis tersebut semakin menjadi-jadi setelah beberapa teman yang memapah Mas Sandi datang, kami segera berganti kostum di tenda pinjeman milik pengunjung lain. Kostum ”busuk” penuh lumpur kini berganti jadi pakaian bersih dan cantik motif kembang-kembang ala hawai. Belum lagi Zaki dan Tabitha yang sengaja membawa beberapa properti lain seperti topi lebar dan kacamata kupu-kupu menambah manis penampilan kami.

karang bolong pantai segara anakan dan hutan bakau pulau sempu

Pose demi pose telah diabadikan, dari pose seru-seruan, pose ala model sampai pose pre-wedding yang bisa bikin pacar naik darah dan ngambek seminggu. Hihihihi untung saya jomblo.

Surga ini betul-betul kami nikmati, air laut yang begitu jernih, pasir putih yang halus, karang bolong yang eksotis, langit yang cerah dengan awan yang indah serta bukit cantik yang membatasi pantai ini dengan samudera Hindia sangat menghipnotis kami. Perjalanan panjang selama 30 jam dari jakarta dan trekking dahsyat selama 5 jam telah kami lupakan. Yang ada hanya keindahan luar biasa ciptaan Tuhan. Surga itu bernama pantai Segara Anakan.

gila-gilaan di pulau sempu

Tak sampai 2 jam menikmati keindahan pantai yang disebut sebagai phi-phi island of Indonesia ini, kami segera berkemas untuk kembali ke teluk semut dan menyebrang ke pulau jawa sebelum matahari terbenam. Kala itu sudah jam 2 siang, berarti kami hanya memiliki waktu paling banyak 3 jam untuk sampai ke telaga semut.

Trekking kembali kami jalani, kali ini saya bertekad untuk lebih nekat dan berusaha lebih keras menembus hutan Sempu. Mungkin karena sudah mulai mengenal medan, perjalanan pulang terasa sedikit lebih ringan. Trek berlumpur hanya kami pilih jika benar-benar tak ada lagi jalan hutan yang dapat  kami tembus. Tak heran tangan saya sampai terkena duri tumbuhan beracun hingga bengkak. Luka memar dan gores di kaki pun semakain banyak karena menginjak-injak ranting dan akar pohon.

Perjalanan terus berlanjut, sampai pada sebuah momen dimana saya merasakan de’ javu. Sebuah pohon besar yang tumbang harus saya lewati, seingat saya, pohon ini saya temui ketika sudah hampir sampai ke segara anakan ketika trekking berangkat, tapi kenapa saya menemuinya ketika hari hampir gelap dan perjalanan pulang dirasa sudah sangat jauh??

sudut-sudut pulau sempu

Kontan saya langsung lemas, tenaga hampir habis, keseimbangan sudah sangat diragukan dan beberapa langkah selanjutnya saya terjatuh. Saya langsung berusaha bangun tapi tidak bisa dan langsung jatuh lagi, pun ketika dibantu Dedi. Saya malah menangis putus asa. Tapi akhirnya bisa bangun juga dan melanjutkan perjalanan.

15 menit kemudian, suara ombak mulai terdengar dan artinya teluk semut sudah sangat dekat. Ternyata de’ javu itu betul-betul saya rasakan. Bahagia sekali rasanya sudah kembali sampai ke teluk ini dan segera menyebrang ke Sendang Biru.

Sesampainya diSendang biru kami segera membersihkan badan, sambil menunggu antrian kamar mandi beberapa diantara kami makan bakso malang. Setelah semuanya selesai, baru lah kami melanjutkan perjalanan menuju jakarta. Selama perjalanan, tak henti-hentinya kami bersenda gurau serta bermain games konyol untuk merangkai kalimat, kalimat yang terbentuk semakin lama-semakin kacau dan menciptakan gelak tawa keceriaan yang akan terus kami ingat.

menikmati indahnya segara anakan

30 jam kemudian akhirnya kami sampai di Jakarta. Dan tak lebih dari 4 jam berikutnya saya sudah berada di kantor untuk kembali bekerja dengan kaki bengkak penuh luka.  Sempu, sebuah perjalanan yang tidak akan pernah saya lupakan. Dari perjalanan ini saya tidak hanya menikmati surga Segara Anakan, tapi juga sebuah hubungan persaudaraan dengan teman-teman komunitas Odong-odong Traveller yang begitu hangat.

About Aliya Mu'afa

Backpackers, graphic designer, blogger and founder triphemat.com

Posted on December 1, 2010, in Travelling. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. and this journey to be continued ^^

  2. ehh,,mention yg elu nyuri peluk uda donkss,,,ihh ale ambil kesempatan dlm kesempitan…

  3. Wah, ceritanya menarik..
    Semoga saya juga bisa share.. sebentar lagi mgkn saya juga kesana, akhir minggu ini bersama teman-teman kantor. Mungkin bedanya saya di Surabaya sudah santer terdengar kabar Pulau sempu yg menarik dan Medannya yg menantang. Setelah beberapa waktu lalu saya ke Gunung Bromo, saatnya mencoba pengalaman di Pantai Exotic Segoro Anakan.

    Trims udah berbagi cerita.. Sangat membantu & kami akan berhati-hati..

  4. wahhh sissst..,bikin pengen tuh laguna nyaa.. minta info dong ke pulau sempu.. ini cp saya 081213929201/pin: 2695b385

  1. Pingback: Pulau Sempu, 5 Jam Perjalanan Lumpur Untuk Mencapai Puncak Eskotisme (Part 1) « Corat – coret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: