Kembali ke Bali (part 1)

persawahan di karang asem bali

Judulnya agak puitis gimana gitu yah? Ya begitulah bali dimata saya, sebuah destinasi wisata yang memiliki lebih dari seribu pesona. Lebay? Saya rasa nggak, karena bali memang satu-satunya tempat di Indonesia yang “lengkap” dan siap sebagai sebuah destinasi wisata. Bayangkan saja, semua jenis wisata ada di satu pulau yang disebut pulau dewata ini. Dari pantai, kuliner, budaya, alam pegunungan, puluhan spot diving, water sport bahkan wisata religi.

DIVING TULAMBEN

Pada kesempatan kali ke-dua saya ke bali, saya sengaja ingin meng-eksplore lebih jauh destinasi wisata yang ada disana. Jika kebanyakan orang menghabiskan waktu di pantai kuta atau sekedar berbelanja. Saya memilih menempuh 2,5 jam perjalanan menuju timur bali untuk melakukan penyelaman pertama saya di Tulamben, Karang Asem. Tulamben sendiri adalah salah satu spot penyelaman paling favorit di bali dan termasuk top ten spot diving terbaik di Indonesia. Perairannya yang hampir tidak berarus cocok untuk segala level penyelam, bahkan amatiran sekalipun seperti saya. Spot penyelaman yang paling popular di Tulamben adalah wreck liberty yang karam puluhan tahun yang lalu, uniknya lagi kita tidak perlu menggunakan perahu untuk sampai pada titik tersebut, untuk mencapainya hanya cukup berenang beberapa puluh meter dari bibir pantai yang berbatu.

pantai tulamben yang berbatu

Setelah mencari informasi dive center di Tulamben dari google akhirnya saya memilih Matahari Tulamben Ressort. Ressort ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan harga yang bersahabat. Dive master dan para pegawainya pun terhitung ramah. Sebelum menyelam/diving saya terlebih dahulu diberikan latihan dasar menyelam di kolam renang agar tidak kaget ketika menyelam di laut. Dan saya harus mencoba berkali-kali ketika latihan mengeluarkan air yang masuk masker.

short dive course

Kala itu laut sedang kurang bersahabat karena ombak pasang yang besar menyebabkan jarak pandang menjadi pendek, tapi ini tetap pengalaman diving yang luar biasa buat saya. Untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung schooling fish yang berenang beriringan. Schooling fish adalah ikan yang berenang secara bergerombol, jumlahnya bias  puluhan sampai ribuan. Yang saya lihat di Tulamben adalah schooling fish trevally/ikan kue yang berukuran besar dengan jumlah ribuan. Tidah hanya itu, saya juga melihat jenis ikan lainnya dengan ukuran yang besar. Tidak perlu heran kenapa ikan-ikan di perairan Tulamben memiliki  ukuran jumbo karena penduduk setempat sadar betul akan potensi wisata menyelam di daerah mereka hingga menetapkan hukum adat untuk tidak memancing dan menjaring ikan pada radius 100m dari bibir pantai.

salah satu penghuni perairan tulamben

salah satu pennghuni perairan tulamben

salah satu pennghuni perairan tulamben

kedalaman 6 meter saya diajak oleh dive master untuk berhenti disebuah spot kosong dan berpasir, sempat bingung mau ngapain tapi ternyata dive master saya mengeluarkan roti dalam botol untuk makan ikan. Dalam hitungan detik badan saya langsung dikerubungi puluhan ikan sirip kuning berukuran besar. Rasanya benar-benar amazing berada begitu dekat dengan ikan-ikan lucu itu.

Roti habis, dan kerumunan ikan itu pun bubar. Saya kembali menyusuri perairan tulamben, pada kedalaman 8 meter saya diajak mendekati bangkai kapal liberty yang karam, tidak terlalu kelihatan bentuknya seperti apa karena jarak pandang yang sangat terbatas. Tapi saya sempat melihat koral cantik berwarna-warni tumbuh di badan kapal.  Bermaksud ingin meminta foto dengan latar belakang koral cantik saya malah terkena karang api yang menyebabkan kulit terasa tersengat. Sempat panik namun dive master saya langsung menenangkan dan mengajak saya kembali melihat schooling fish. Sayang, saya hanya mampu bertahan pada kedalaman 10 meter, telinga terasa sangat sakit karena equalize yang saya lalukan tidak berhasil.

lihat, disana ada schooling fish

ini dia, schooling fish

rasanya seperti mimpi berenang bersama ribuan ikan

45 menit menyelam saya diajak naik ke permukaan, untuk pengalaman pertama saya sudah sangat puas. Namun saya berjanji akan kembali ke Tulamben untuk menikmati keindahan bawah lautnya. Konon jika kita beruntung bisa menemukan schooling fish barracuda.

MENYAMBUT MENTARI DI SANUR

selamat pagi,bali

pagi yang romantis

Waktu itu masih pagi buta, tapi demi menyambut mentari dari peraduannya saya menembus perjalanan ke sanur melawan rasa kantuk dan dingin terpaan angin. Tapi semua itu tidak sia-sia karena yang saya dapatkan bukan hanya semburat sinar orange yang muncul dari ujung laut, tapi romantisme bali pagi itu membuat saya betul-betul terpesona. Kepuasan menikmati pagi saya sempurnakan dengan sarapan nasi jingo, sebuah makanan khas bali berupa nasi campur dengan irisan ayam, sayuran dan sambal bali.

TERBIUS SENJA DI ULUWATU

amazing kecak dance

Ini kali kedua saya menikmati senja di kawasan pura suci uluwatu yang berada diatas tebing setinggi ratusan meter. Tapi kali ini saya menikmatinya sambil menonton pertunjukan tari kecak. Iringan musik yang berasal dari mulut para penari yang terdengar sangat berirama menimbulkan efek mantra kepada saya hingga terbius suasana. Gerak tari yang kompak serta jalan cerita yang disajikan betul-betul menjadi teman yang sempurna dalam menikmati senja kala itu. Sayang, meski sangat cerah namun matahari tertutup awan.

Pertunjukan tari kecak uluwatu dilangsungkan setiap hari menjelang senja, untuk menikmatinya kita harus membayar tiket pertunjukan seharga Rp.70.000 (weekday/low seasson) atau Rp.80.000 (weekend/high seasson).

info akomodasi (penginapan/hotel) di bali klik –>  http://www.agoda.web.id/asia/indonesia/bali.html

Bersambung….

kembali-ke-bali-part-2

About Aliya Mu'afa

Backpackers, graphic designer, blogger and founder triphemat.com

Posted on August 10, 2011, in Travelling. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. bolak-balik ke bali malah belum pernah ke sanur dan nonton tari kecak.. awal februari tahun depan ke bali lagi dan sudah dijadwalkan melihat kedua hal tersebut.. hehe

  2. Mohamad Husni Thamrin

    mau donk…diving.. April tahun depan baru bisa ke Bali…. untuk diving di Tulamben kita harus mengeluarkan budget brp yach ?

    • untuk diving with liscence rate di tulamben, amed atau menjangan sekitar 250.000/dive. tapi kalau non liscence 400-450.000/dive karena didampingi guide dan ada shortcourse dulu di kolam.

  3. butuh dana berapa k sana mbk???:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: