Karimun Jawa – perjuangan menuju Karibia perairan jawa

pantai di kepulauan karimun jawa

Karimun jawa, akhirnya menjadi destinasi liburan saya di bulan juni 2011 setelah membatalkan rencana untuk solo trip arround south east asia karena ibu yang sedang sakit. Padahal passport, Tiket PP jakarta-bangkok dan Kuala lumpur-solo sudah di tangan sejak 8 bulan sebelumnya. Yasudahlah, dengan keadaan yang demikian akhirnya saya memilih untuk tetap belibur ke tempat yang lebih dekat, Karimun Jawa. Sebuah kepulauan di perairan jawa tengah yang dijuluki karibia-nya perairan jawa. benarkah seindah karibia? entahlah, saya kan belum pernah ke karibia :p

Perjalanan kali ini saya hanya berdua dengan Ines, teman semasa SMP-SMA dulu yang kini berprofesi sebagai wartawan media cetak. Belum apa-apa kami sudah ketar-ketir memulai perjalanan ini, pasalnya bus malam jurusan jepara penuh semua di hari itu. terpaksa kami mengejar kereta ke stasiun senen. Beruntung kami mendapatkan tiket kereta senja utama semarang jam 19.00 dan tiba di semarang jam 04.00. dari semarang kami melanjutkan perjalanan ke jepara menggunakan micro bus mirip metromini. perjalanan pagi itu semakin menegangkan karena kami takut ketinggalan kapal. namun lagi-lagi kami beruntung, bus yang hobi-nya ngetem itu sampai terminal jepara sebelum jam 07.00. langsung saja kami menuju pelabuhan kartini dan bertemu guide kami dari Karimun Jawa Murah (KJM).

perkampungan nelayan di karimun jawa

santai di pantai...

Perjalanan menggunakan Kapal Feri menuju karimun jawa pun kami “nikmati” selama 6 jam, kali ini bukan berkejaran dengan waktu, tapi dengan suasana yang sangat sumpek karena kapasitas kapal yang overload. Jadi, pada kesimpulan pertama jika ingin ke Karimun Jawa dengan budget terbatas, persiapkanlah fisik kamu semaksimal mungkin. karena perjalanan panjang selama 18 jam akan kamu lewati (12 jam perjalanan darat, 8 jam perjalanan laut).

Saya dan ines memang hanya berdua, tapi di alun-alun Karimun Jawa kami bertemu rombungan divers dan fotografer, yaitu Untung, Uli, mbak Dwi dan mas Trias yang ternyata satu grup dengan kami di Karimun Jawa Murah (KJM).  Trip semakin seru ketika kami juga berkenalan dengan Riska (Pinky), Agita, Junius dan Dothy. Baiklah…perginya hanya berdua, tapi justru pada perjalanan ini saya dan ines mendapatkan teman-teman baru. Tambah seru kan? So, siapa yang bilang jalan-jalan sendiri atau berdua itu bikin garing?

senja dari dermaga karimun jawa

Pantai di pulau tengah karimun jawa

Hari pertama kami hanya bisa beristirahat sambil jalan-jalan sekitar pulau. keesokannya kami mulai melaut lagi, mengunjungi beberapa pulau lain dan snorkeling di spot-spot yang memiliki terumbu karang yang cantik. Spot snorkeling pertama kami adalah Pulau Gleang, terumbu karang di sini 11-12 seperti di kepulauan seribu namun lebih utuh dan sehat. Sayang tak banyak ikan yang kami temui disini dan bahkan airnya menjadi tidak terlalu jernih. mungkin karena sedang high seasson hingga wisatawan yang datang sangat membludak.

snorkeling di karimun jawa

snorkeling di karimun jawa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di spot-spot snorkeling berikutnya pun demikian, meskipun terumbu karang di Karimun Jawa terhitung lebih kaya dan beragam dari kepulauan seribu tapi karena sedang high seasson maka jarak pandang di air menjadi tidak maksimal dan hanya sedikit ikan yang kami temui. Beruntung cuaca sangat cerah dan kami punmemilih untuk melakukan photo session di pulau yang kami singgahi. Enaknya kalau jalan sama fotografer adalah jadi objeknya. Maka nggak heran kalau saya, ines, agitha dan riska jadi keasikan sendiri jadi objek foto mbak Dwi, Untung, Uli dan mas Trias.

Hari ke-3 di Karimun jawa, lagi lagi kami merasakan hal yang sama tentang spot snorkeling yang jarak pandangnya tidak maksimal karena terlalu banyak yang “nyemplung”, namun di pulau cemara kami cukup terhibur dengan banyaknya ikan hias yang berkerumun persis di bawah kapal karena sudah ditebar pakan.  dan terumbu karang di spot inipun merupakan yang paling beragam dan paling sehat. Meskipun (lagi-lagi) airnya tidak terlalu jernih.

under water karimun jawa

under water karimun jawa

under water karimun jawa

under water karimun jawa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puas snorkeling, kami menuju penangkaran Hiu di wisma apung. Salah satu jenis hiu yang ada disini adalah Hiu black strip. Karena Hiu sudah dalam keadaan kenyang (kata guide-nya) saya memberanikan diri untuk nyemplung ke kolam yang berisi belasan hiu berbagai ukuran tersebut. Bukan hanya saya yang nyemplung, tapi puluhan wisatawan lainnya dan tentunya……bikin butek.

foto bersama hiu

pantai di pulau cemara besar, karimun jawa

Hari ke-4, adalah hari yang paling melelahkan. Sebelum subuh kami sudah berada di kapal feri yang berangkat jam 08.00 pagi. Hal ini terpaksa dilakukan para wisatawan karena berebut tempat dengan penduduk yang ingin ke Jepara dengan mengangkut hasil bumi seperti pisang, kelapa dll. Sementara kapasital kapal sangat terbatas dan hanya 1x keberangkatan setiap 2hari. Dengan keadaan yang seperti ini, kericuhan pun tidak dapat dihindari. Kapal yang dijadwalkan berangkat jam 08.00 terpaksa molor 4 jam. Beberapa diantara kami yang berencana pulang ke jakarta dengan pesawat penerbangan jam 18.00  pun menjadi kalang kabut karena waktu yang tidak terkejar.

Dari pengalaman kami ke Karimun jawa, sepertinya jelas ya intisarinya apa. Akan lebih baik jika ke sana pada musim panas dan low seasson (biar gak butek dan ikannya banyak), dan siapkan fisik semaksimal mungkin karena perjalanan yang panjang dan sangat melelahkan. Kecuali kamu punya uang lebih untuk naik pesawat PP ke semarang dan menyebrang dengan kapal cepat dari semarang. Itupun jika cuaca mendukung, karena jika angin kencang kapal cepat dari semarang tidak mampu berlayar.

foto keluarga, teman2 seru di karimun jawa

saya, ines dan mbak dwi setelah snorkeling di pulau tengah

Tapi bagaimanapun, perjalan kali ini adalah hal yang sangat menyenangkan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Tidak hanya mencicipi Karibia perairan jawa, memiliki teman baru yang seru, lebih dari itu beberapa bulan kemudian Ines dan mas Trias Jadian. Aseeekkkk

About Aliya Mu'afa

Backpackers, graphic designer, blogger and founder triphemat.com

Posted on December 6, 2011, in Travelling. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Blogwalker here…
    Nice reportase btw : )

    Salam..

  2. no telp yang bisa dihubgi minta donks?

  3. gda rincian biaya ny ya..?? hehehhe

  4. kalo buat cewe, solo traveling ke karimunjawa aman gak sihh? budgetnya habis berapa itu?thxx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: