Category Archives: my journal

Apa aja yang lagi ada diotak gua…

Adegan Sinetron

“ihhh sinetron banget lo…”

kata-kata itu secara spontan akan kita ucapkan ketika denger cerita agak lebay atau kelewat dramatis dari teman/siapapun atau bahkan apa yang kita alami sendiri. misalnya, ketika pacar kamu ternyata adalah calon saudara tiri kamu sendiri karena bokapnya mau nikah sama orang tua kamu atau ketika pada akhirnya kita suka sama seseorang yang dulu jadi musuh bebuyutan setelah beberapa kejadian romantis yang tidak disengaja.

Read the rest of this entry

10 air terjun terdekat dari Jakarta

Sebagai pecinta air terjun, berikut ini saya tuliskan 10 air terjun terdekat yang hanya ditempuh mulai dari 1 jam saja dari Jakarta. Penulisan diurutkan mulai dari jarak terdekat dan waktu tempuh yang paling singkat. Alhamdulillah, hampir semuanya telah saya kunjungi.

Read the rest of this entry

5 Hidden Treasure in Jakarta

Jakarta adalah kota kita bersama, saking ramainya kota ini mungkin sampai tak ada sejengkalpun tempat menarik yang terlewatkan untuk dikunjungi. Tapi tunggu dulu, cek kelima tempat menarik berikut ini. Jangan mengaku sudah hafal kota Jakarta kalau kelimanya belum kamu kunjungi. Read the rest of this entry

Mungkin bukan jodoh, ya sudahlah….

Read the rest of this entry

When i’m feeling lonely

Read the rest of this entry

Resep Masakan Simple buat Si Super Sibuk, Cuma 5-15 Menit

Telur dadar (5 menit)

Bahan : 3 butir telur ayam, 1 batang daun bawang, 3 buah cabai, 3 siung bawang merah dan garam secukupnya

Cara : iris tipis semua bahan, campurkan telur, tambahkan garam dan goreng. (cukup untuk 4 porsi) Read the rest of this entry

Sekelumit cerita dari Pangandaran

Ketika menunggu bus yang akan membawa saya ke Bandung di terminal Pangandaran sepulang melakukan solo backpacker keliling Ciamis (April 2010), iseng-iseng saya memesan siomay dan dari sini lah cerita dimulai. Read the rest of this entry

Kids Choice Awards 2010-judulnya doang kids…

Perhelatan Nickelodeon Kids Choice Award, Minggu (9/5) malam, di Tennis Indoor Senayan, akhirnya menentukan siapa selebritas pilihan anak-anak Indonesia.(berita yahoo)

Eitzzz…..ada yang janggal nggak sih kalo menurut kalian?? kalo menurut saya nih…ini koq anak kecil disuruh milih2 artis dewasa ya??? emang mereka udah dewasa ya?? emang yang dewasa2 ini udah jadi tontonan yang baik buat mereka ya??? emangnya mereka udah nggak punya idola yang seumuran ya??? liat aja nominasi dan pemenangnya….. Read the rest of this entry

Saya suka film India ;p

Membaca judulnya saja, pasti sudah pada under estimate duluan ya? hahaha. Saya wajar saja koq, secara dari dulu Film produksi Bollywood terkenal karna kebanyakan nyanyi2 serta tarian dan cerita yang hampir sama, ditambah lagi durasi yang luamaaaaa…..banget (film biasa hanya 90 menitan, film India sampai 3 jam lebih !!!). Hmmm gimana ngga bikin orang rada males nontonnya??

Tapi lain dulu lain sekarang, perkembangan Film Bollywood yang semakin pesat membuat produksinya semakin variatif. Banyak ide2 cerita yang justru lebih bagus dari film2 Hollywood, apalagi setelah film  Slumdog Millionaire memenangkan beberapa piala Oscar-Piala yang paling tinggi kastanya di dunia perfilman mancanegara-pada tahun 2009 lalu. Film Bollywood kini semakin melesat tidak hanya segi kuantitas, tapi juga kualitas. Kalau saya perhatikan, Film India jaman sekarang justru semakin modern dengan mengurangi nyanyian2 serta tariannya, kalaupun ada musiknya kini jauh lebih up to date (ngga jadul2 amat lah pokonya). Tak hanya itu, film ini lebih menonjolkan eksotisme alam India yang jarang di eksplorasi pada film2 sebelumnya, tapi film India tetap saja film india, budaya Hindustan tidak pernah betul2 lepas pada setiap film ini. Apalagi logat bicaranya, mau pake bahasa Inggris pun tetep aja malah jadi Enghin alias English Hindustan. hahaha jayus ya.

Nah….beberapa waktu lalu saya sempat menonton film India yang berjudul 3 Idiots, film ini menceritakan tentang bagaimana kita belajar sesungguhnya, dimana belajar bukan hanya semata2 menghafal apa yang ada di buku atau demi mendapatkan nilai terbaik ketika ujian. Film yang dibintangi Aamir Khan ini juga mengangkat permasalahan yang “Asia Banget” dalam hal derajat sebuah profesi dan gender. Misalnya kalau mau derajatnya naik anak perempuan ya jadi dokter, laki-laki ya insinyur. Padahal sebuah professi yang baik tidak dilihat dari profesi apa tapi lebih dilihat bagaimana ia menjalani profesi tersebut.

Film India lain yang baru-baru ini telah saya tonton adalah My Name is Khan, film yang di bintangi Shahrukh Khan ini mengangkat kisah perjuangan muslim Amerika menghadapi tudingan teroris pasca peristiwa 9/11 dengan cinta kasih karena memang pada hakikatnya Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Sebuah ide cerita yang cukup langka dan berani karena film ini diputar di negara-negara yang turut menyudutkan Islam seperti beberapa negara kawasan Eropa dengan mengangkat isu yang sangat sensitif. Kegigihan Rizwan (Shahrukh Khan) untuk membuktikan bahwa Islam tidak seperti yang di gambarkan warga Amerika pasca peristiwa tersebut menjadi sangat menyentuh mengingat Rizwan sendiri adalah pengidap gejala autis, Asperger Sindrome.

Coba bandingkan dengan industri perfilman kita yang semakin dibanjiri film bergenre horor dengan bumbu adegan ranjang dan film jayus dengan tema2 yang monoton??? Tapi ngga saya pungkiri kalau ada juga film kita yang begitu inspiratif  seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dll. Semoga kedepannya industri perfilman kita tidak hanya mengejar laba, tapi juga memiliki misi memotivasi anak bangsa ke arah yang jauh lebih positif.

Bagaimana??? masih under estimate?? saya sih suka film India, no matter what they say……he2

Direbutin tukang ojek

Hmmm….direbutin disini bukan direbutin sebagai pacar ya.hihihi. Tapi direbutin sebagai penumpang ojek!!

Kantor saya yang terletak dikawasan Sunter-Kemayoran ternyata sulit untuk dijangkau angkot atau bis, ada sih metromini yang lewat di samping kantor, tapi trayeknya itu loh jeng……..ampun deh muter-muter banget dan melewati kawasan nan padat hingga memakan waktu hingga 1 jam, padahal sebelum naik metromini itu saya harus menuju terminal senen dulu yang membutuhkan waktu paling cepat 1 jam!!! jadi kalo ditotal saya akan menghabiskan waktu minimal 2 jam di jalanan. Ampun deh!!! mendingan saya ke Bandung sekalian kan??

Akhirnya saya menelpon teman yang rumahnya dekat dengan kantor. Dan saya pun  mendapatkan solusi untuk masalah angkot ini. Jalan keluar tersebut adalah saya harus naik bis sampai Honda-ITC Cempaka Mas dan disambung dengan ojek. Benar saja, waktu tempuh yang saya butuhkan menuju kantor pun jadi hanya 1 jam 10 menit. Lumayan kan??

Hari demi hari pun berlalu sampai pada akhirnya tukang ojek di pangkalan itu rata-rata kenal dengan saya. Pokoknya ngerasa aman bgt deh….tiap turun dari bis pasti udah pada nungguin sambil melambai2 dan manggil2 ” jubilee….jubilee…(kantor saya)”. Malah saya tinggal nangkring di motor salah satu ojek dan tanpa nyebutin kemana tujuan saya pun saya langsung sampai di kantor ditambah tawaran2 lain untuk mampir seperti mw beli sarapan dulu atw mw ke atm dan mini market. Hahahaha senangnya !!! dunia terasa fleksibel sekali.

Sampai pada suatu hari para tukang ojek saling mengklaim bahwa saya adalah pelanggan tetap mereka masing2, dan saya jadi ngerasa ngga enak kalo naik ojek salah satu dari mereka karna yang lain koq kaya jadi ngerasa kecewa gitu ya. hahahaha (kaya apa aja).  malah pernah sampe ada yang bilang ke tukang ojek yang lain kaya gini ” bang….ente besok aja ya” hahahaha, jadi saya harus giliran nih naik-nya biar adil??? Yasudah lah….lagian kini saya ngga sesering dulu naik ojek dipangkalan itu karna kadang saya ikut bis jemputan kantor biar irit.hehehehe